Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Sejarah Pendidikan Pelaut di Indonesia

Pendidikan Akademis Pelaut dan Hirarki di Kapal

Pada tahun 1957, Presiden RI pertama, Soekarno, meresmikan Akademi Pelayaran Indonesia/AIP (sekarang Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebagai wadah pendidikan pelaut/pelayaran secara akademis. Masa pendidikannya pada awal pertama adalah selama 3 tahun, sama dengan pendidikan Akademi lainnya setingkat dengan sarjana muda pada masa itu. Pendidikan dihabiskan selama 2 tahun di kampus/asrama dan 1 tahun penuh melakukan praktik atau Proyek Laut di kapal-kapal niaga pelayaran samudra .

AIP

Pendidikan di AIP menggunakan gaya semi militer, karena memang taruna-taruna AIP adalah merupakan perwira cadangan angkatan laut. Sejak didirikan sampai kira-kira tahun 1985, hampir semua lulusan AIP terkena wajib militer dan bertugas di kapal-kapal perang RI dengan pangkat perwira muda Letda Angkatan Laut. Begitu juga pada awalnya semua taruna AIP mendapat ikatan dinas untuk menutupi kurangnya perwira laut pelayaran niaga Indonesia, yang dahulu sebagian besar masih di nakhodai oleh perwira laut Belanda. Pendidikan pelayaran di AIP banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Akademi Pelayaran Belanda maupun Kingspoint Academy Amerika Serikat, karena memang hampir tiap tahunnya sebagian Taruna pilihan serta para pendidik di kirim ke luar negeri untuk tugas belajar.

BPLP di Semarang dan Makassar

Hingga dekade 70-80an menyusul berdirinya beberapa Pendidikan Pelayaran Negeri di Semarang dan Makassar dengan nama Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran sebagai Crash Program memenuhi kebutuhan perwira pelayaran niaga di Indonesia. Sekarang kedua lembaga pendidikan tersebut diberi nama Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang (PIP Semarang)dan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar (PIP Makassar), yang memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan STIP Jakarta. Penerimaan mahasiswa atau dikenal Taruna dilakukan satu pintu melalui Badan Diklat Perhubungan Departeman Perhubungan. Lulusan mendapatkan ijazah formal Diploma IV dengan gelar S.ST dan memiliki ijazah profesi ANT / ATT III.
Masa kejayaan pelaut Indonesia mulai sirna sejak musibah besar nasional terjadi pada tahun 1980 dengan tenggelamnya kapal KMP Tampomas II. Menyusul pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Scrapping/Pembesi tua-an kapal-kapal yang berumur lebih dari 20 tahun, dampaknya perusahaan pelayaran nasional banyak yang gulung tikar dan tidak tertampungnya lulusan pelaut di tiga pendidikan akademi disamping Akademi dan sekolah pelayaran swasta yang lainnya.

STIP

Pada akhirnya dunia pelayaran di Indonesia mengakhiri masa krisisnya pada awal-awal tahun 90-an hingga sekarang. Sejak tahun 1998-2009, Indonesia sudah mempunyai Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran setara sarjana dengan beban studi 160 sks dengan gelar S.ST (Sarjana Sain Terapan). Jadi lulusan STIP boleh melanjutkan program S2 dan seterusnya disamping ijazah keahlian lainnya yang kalau dijumlahkan kurang lebih ada 10 sertifikat berstandard internasional dan menjadi sekolah pelayaran lisensi International Maritime Organization untuk Indonesia karena memang sekarang seluruh Taruna di STIP wajib menggunakan bahasa inggris. red.

Anak Buah Kapal

Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian. Masing masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.

Hierarki Awak Kapal

Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi perwira/Officer dan bawahan/Rating.
  • Perwira Departemen Dek
    1. Kapten/Nakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab pelayaran
    2. Mualim I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar dan sebagai pengatur arah navigasi
    3. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi.
    4. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa, memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai pengatur arah navigasi.
    5. Markonis/Radio Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.[2]
  • Perwira Departemen Mesin :
    1. KKM (Kepala Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa, mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.
    2. Masinis 1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk
    3. Masinis 2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu.
    4. Masinis 3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa.
    5. Juru Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan.
    6. Juru minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer
  • Ratings atau bawahan
    1. Bagian dek:
      1. Boatswain atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
      2. Able Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
      3. Ordinary Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
      4. Pumpman atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
    2. Bagian mesin:
      1. Mandor (Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
      2. Fitter atau Juru Las
      3. Oiler atau Juru Minyak
      4. Wiper
    3. Bagian Permakanan:
      1. Juru masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak, pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
      2. Mess boy / pembantu bertugas membantu Juru masak

Sertifikat pelayaran

Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Yang mana dengan Tingkatan sebagai berikut :
lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistem Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.

Ijazah Pelaut

Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.

Ijazah Dek

Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:
  1. Ahli Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat menjabat Nakhoda kapal dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
  2. Ahli Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II), dapat menjabat:
    • Mualim I/Chief Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
    • Nakhoda/Master pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
    • Nakhoda/Master kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai Mualim I selama 2 tahun
  3. Ahli Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar III (PB III), dapat menjabat: Mualim I/Chief Officer max 3000 DWT
  4. Ahli Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler (MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
  5. Ahli Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas (MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
  6. Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT D)ok

Ijazah Mesin

Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:
  1. Ahli Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
  2. Ahli Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B), dapat menjabat:
    • Masinis I/Second Engineer kapal tak terbatas
    • Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
    • Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak terbatas, pelayaran daerah pantai
  3. Ahli Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A), dapat menjabat:
    • Perwira Jaga (tak terbatas)
    • Masinis I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
    • Kepala Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis I
  4. Ahli Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
  5. Ahli Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
  6. Ahli Teknik Tingkat Dasar (ATT D)

Sertifikat ketrampilan

Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:
  1. Basic Safety Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
  2. Advanced Fire Fighting (AFF)
  3. Survival Craft & Rescue Boats (SCRB)
  4. Medical First Aid (MFA)
  5. Medical Care (MC)
  6. Tanker Familiarization (TF)
  7. Oil Tanker Training (OT)
  8. Chemical Tanker Training (CTT)
  9. Liquified Gas Tanker Training (LGT)
  10. Radar Simulator (RS)
  11. ARPA Simulator (AS)
  12. Operator Radio Umum (ORU) / GMDSS[3]
  13. Electronic Chart Display (ECDIS)
  14. Security Awareness Training (SAT)
  15. Security Designated for Safety Duties (SDSD)
  16. Bridge Resource Management (BRM)
  17. Engine Resource Management (ERM)

Referensi

  1. ^ Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1994. ISBN 979-407-182-X.
  2. ^ Namun pada awal tahun 1990-an posisi markonis ini terancam dengan adanya peralatan komunikasi yang sangat modern yaitu dengan menggunakan system INMARSAT (International Maritime Satelit) dan GMDSS (Global Maritime Distress Safety System). Komunikasi dengan menggunakan INMARSAT lebih cepat, tepat dan akurat karena menggunakan sistem satelit pengiriman berita bisa lewat e-mail, ataupun telephone secara langsung. Banyak perusahaan pelayaran tidak mempekerjakan seorang markonis di atas kapal, karena para Mualim dan Kapten juga di perbolehkan mengoperasikan peralatan INMARSAT dan GMDSS dengan ketentuan sertifikasi yang layak untuk menggantikan posisi marconist.Pemerintah telah memberikan kesempatan kepada para ex markonis / operator radio untuk mengambil ijazah Mualim III / ANT III (Deck Departement), akan tetapi tidak semua ex markonis tersebut dapat mengikuti pendidikan untuk mengambil ijazah ANT III tersebut dengan alasan sebagai berikut :
    • Untuk para operator radio yang sudah lanjut usia.
    • Biaya untuk mengambil ijazah ANT III tersebut sangat mahal.
    • Lama pendidikan di tambah praktik kerja laut.
  3. ^ http://stipjakarta.ac.id/shortcourse/

Pranala luar


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pelaut 

Selasa, 16 Desember 2014

SEJARAH KAPAL



Pada tahun 6000 SM, penggunaan kapal sebagai alat perniagaan pertama kali ditemukan di kawasan Mesir. Pada waktu itu, Mesir merupakan negara penghasil gandum dan Lebanon merupakan negara penghasil tekstil untuk bahan pakaian. Mesir melakukan perdagangan dikawasan Lebanon untuk memenuhi kebutuhannya akan bahan tekstil maka Mesir menjual hasil buminya, gandum, yang diangkut dengan kapal ke kawasan Lebanon.

Pada zaman dahulu, Bangsa Punisia merupakan pelaut pemberani yng tinggal di daerah pantai diantara pegunungan Libanon dan laut Tengah. Bangsa ini telah menjelajahi seluruh seluruh pelosok Laut Tengah bahkan ke dataran Inggris. Bangsa Punisia menggunakan Galley, kapal bangsa Punisia, untuk menjelajahi lautan. Galley merupakan kapal yang sangat cepat serta lebih mudah dari pada kapal layar biasa. Galley terbuat dari kayu sejenis pohon cemara, memakai tenaga layar serta terdapat sederetan tempat duduk bagi para pendayung.
Pada abad ke 5 lalu lintas  laut tengah sudah sangat maju. Pada waktu itu ditemukan layar sejenis lateen yang berbentuk segitiga. Memasangnya membujur sepanjang tubuh kapal. Sebelum penemuan penemuan layar bentuk lateen, layar berbentuk segi empat, dipasang melintang terhadap tubuh kapal. Tanpa menggunakan navigasi pelaut-pelaut zaman dahulu telah berani mengarungi lautan, salah satu pedoman yang mereka gunakan hanyalah garis pantai, disamping tanda pengenal tertentu yang nampak dari lautan. 

Bukti tertua mengenai penggunaan kapal di Nusantara ditemukan di situs kerajaan Sriwijaya di daerah Palembang, namun sangat tidak lengkap. Indikasi bahwa nenek moyang bangsa Indonesia sudah menggunakan kapal sebagai sarana transportasi baik untuk kepentingan militer maupun untuk kepentingan ekonomi ditemukan pada relief candi Borobudur yang dibangun pada abad IX Masehi. Kapal yang dipahatkan di candi tersebut mempunyai kesamaan dengan kapal jenis kora-kora sebagaimana yang telah digambarkan oleh orang-orang Eropa pada saat pertama kali datang ke Indonesia. Lambung kapal Borobudur memiliki sepasang penggandung (outrigger) yang terapung dan berfungsi sebagai penyeimbang serta tempat para pendayung. Kapal Borobudur memiliki dua tiang layar berkaki tiga untuk mengibarkan layar empat persegi yang pada kapal-kapal Yunani kuno disebut sebagai artemo. 

Pelayaran sudah bertambah maju lagi, setelah dapat dibuat kapal-kapal dengan tiang ganda. Inggris dan spanyol mulai meluaskan. Kapal layar yang baik pada saat itu perdagangan dan memperluas pula  tanah jajahanya. Pada waktu Amerika terlepas dari jajahan, mereka sudah mengenal kapal-kapal layar yang sangat baik. Kapal layar yang baik pada saat adalah jenis Clipper. Clipper ini bertubuh ramping dan bertiang ganda.susunan layarnya diatur sedemikian rupa sehingga menjadi efisien sekali. Itulah kapal layar tercepat pada saat itu tetapi masih tergantung dengan adanya angin.

Penemuan kapal mulai ramai dan mulailah bermunculan bangsa-bangsa yang mulai menciptakan kapal. Bangsa Viking merupakan pelaut piawai yang berhasil mencapai wilayah wilayah yang jauh dari pelabuhan asalnya di Skandinavia. Bahkan mereka berlayar menggunakan kapal kokoh mereka sampai dunia baru. Tokoh terkenal bangsa Viking, Leif Ericson, yang mendarat di Amerika Utara hampir 500 tahun sebelum Colombus menemukan, ia menamai wilayah itu Vinland. Bangsa Viking menjelajah lautan menggunakan kapal yang mereka namakan kapal Oseberg yang dibuat pada tahun 900 M. Kapal  ini terbuat dari kayu yang kuat dengan 12 plang dari masing-masing sisinya, panjangnya 70 kak(21 meter) dan hampir 17 kaki (5,1 meter) sepanjang rangka tengah uatamanya. Kapal ini membawa 30 pendayung dan satu layar yang dipasang pada salah satu tiangnya. Kapal yang sudah cukup baik dikala masa itu.  Saat kapal ini ditemukan sekitar tahun 1904, didapati kerangka ratu Viking didalamnya, tetapi fakta tersebut tidak mengherankan mengingat bangsa Viking dikenal selalu melakukan upacara pemakaman yang megah dan mewah bagi para pejuang mereka di lautan.

Inggris merupakan salah satu negara atau kebangsaan yang mulai mengembangkan pembuatan-pembuatan kapal yang lebih kompleks. Selama perang antara Inggris dan Perancis  (1337-1453) armada angkatan laut Inggris menggunakan kapal bulat Chisthoper of the Tower salah satu kapal utama yang memiliki dek untuk menembak senjata api. Pada tanggal 24 juni 1340 kira-kira 150 kapal Inggris menghadapi hampir 200 kapal Perancis di pelabuhan Syliu, Belanda. Dengan kekutan penembakan yang luar biasa Chisthoper of the Tower dengan mudah mengalahkan Perancis. Selain itu Inggris merupakan salah satu yang membuat kapal perang yang seutuhnya dari  besi. Dan Inggris juga terkenal sebagai pembuat kapal yang handal dan salah satu kapal hasil ciptaannya adalah Royal Sovereign yang digambarkan sebagai kapal tercantik yang pernah ada dan kapal terbesar di masanya(1637).  Selain kapal tersebut ada beberapa kapal lagi yang cukup populer diantaranya adalah Mayflower (1620) sebagai salah satu kapal terkenal dalam sejarah yang dikenal sebagai pembawa kaum Pligrin(calon penduduk baru/pembawa agama) ke dunia baru untuk membantu membangun tempat tinggal pertama bangsa Eropa yang permananen di New England. Kapal ini digunakan sebagai kapal dagan tetpai masih dilengkapai dengan senjata api.

Spanyol dan Portugis merupakan negara- negara yang mampu menciptakan kapal-kapal diantaranya adalah Tiga kapal yang paling terkenal dalam sejarah adalah kapal yang mengangkut Christoper Columbus kedalam dunia baru tahun 1492 yaitu Santa Maria, Ninna, Pinta. Diyakini Santa Maria adalah carevel (kapal penjelajah) seberat 100 ton. Kapal penjelajah ini awalnya memiliki dua tiang utama yang disangga denga tiang latten atau tiang  layar. Santa Maria merupakan kapal utama Columbus. Kapal itu diyakini sebagai careval bertiang tiga yang berlayar di lautan yang dengan panjang 95 kaki(30 meter), yang lebih besar jika dibandingkan dengan kapal-kapal yang ada pada saat itu.pada tanggal 3 Agustus 1942, Santa Maria, Nina, dan Pinta berangkat dari Palos. Columbus mencari rute baru menuju Asia, tetapi sebaliknya ia menemukan dunia baru. Dan mendarat pada tanggal 12 Oktober yang pada saat itu diberi nama Bahama.

Bangsa Rusia juga memulai membuat kapal yang turut berpengaruh bagi sejarah dunia St. Peter (1740) adalah kapal Rusia pada abad ke 18  yang digunakan oleh penjelajah Denmark, Vitus Bering yang sekarang disebut Alaska, semenanjung Alaska serta kepulauan Aleutian. St. Piter dibuat di Okhotsk pada bulan juni 1740. Penemuan kapal ini digunakan untuk penjelajahan dengan memiliki bobot 108 ton dengan panjang sekitar 25 meter serta lebar sekitar 6.5 meter. Sehingga kapal ini mampu menganngkut 76 orang dengan dilengkapi dengan 14 senapan. Penemuan yang sudah baik pada saat itu karena telah diketahui  bersama bahwa yang berpengaruh besar pada dunia kapal ialah bangsa-bangsa dari Portugis, Spanyol dan Inggris.

Sumber :
http://wwwputriapsari-cepuk.blogspot.com/2012/04/sejarah-perkembangan-kapal-sebagai-alat.html